Menghidupkan Hidup

Terkadang kita terlalu berpikir sesuatu yang sebenernya ga perlu dipikir.

Semisal,ketika kita yakin bahwa kita tidak bisa melakukan sesuatu tentang Ajal. Sesuatu yang bernyawa pasti mati.Kenapa kita mesti takut mati? Jalani saja hidup ini den berpikir kondisi apa yang kita harapkan ketika ajal tiba,sehingga kita akan lebih produktif untuk selalu bertindak dengan keyakinan yang kita miliki mengenai ajal.

Ada sebuah kisah sahabat Rasulullah yang bernama Khalid bin Walid. Dia sangat rindu menjemput kematiannya dalam kondisi berjihad di jalan Allah. Padahal rasul pun sudah “meramalnya” bahwa ia akan mati di tempat tidur. Tidak menyurutk pendiriannya mendambakan kemuliaan mati syahid. Waktu hidupnya dibhabiskan untuk beribadah di medan jihad.

Berbeda lagi dengan Abdurrahman bin Auf,yang jago dagang.Dia mengabdikan dirinya dengan berdagang secara jujur dan benar,serta menginfakkan hartanya untuk di jalan Allah.abdurahman bin Auf menyambut kematian yang pasti dengan ibadah yang bisa dia lakukan atau kelebihan yang dia miliki.

Nah,sekarang kita punya apa dalam kehidupan ini.Mengapa tidak kita dedikasikan hidup kita untuk terus maelkukan amal ibadah itu?Siapa tahu ketika ajal tiba ketika kitas edang melakukan aktivitas yang telah rutin kita alkukan yaitu ibadah?

Selamat beribadah di setiap hembusan nafas.

3 Responses

  1. I really like this post!! Great..

  2. subhanallh….betul sekali, persiapan kita menghadapi kematian adalah yg paling harus kita pikirkan dan sibukkan karenanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: