Kelompok dibalik Gerakan Menolak Fatwa MUI

Aktivis liberal mulai menggalang penolakan Fatwa MUI. Mereka menuduh, Fatwa MUI lah sebagai sumber “kekerasan agama”. Siapa saja mereka?


Hidayatullah.com—Siang hari Senin (7/1) kemarin, ratusan orang berkumpul di GOR Bulungan. Dari saja mereka berjalan Kejaksaan Agung di Jl. Sultah Hasanuddin No. 1 Kebayoran

Baru. Dengan menggunakan nama , AKKBB mereka melakukan orasi dan menyebarkan statemen kepada masyarakat luas di perempatan lampu merah, dan menggelar aksi dengan menyanyikan Mars Garuda Pancasila dan beberapa lagu lain.

Massa AKKBB juga membentangkan spanduk dan poster-poster yang bertulisan: “Negara Tidak Tunduk pada Fatwa, Negara Tunduk pada Konstitusi”. “Kejaksaan Agung, Jangan Lemah, Bangkitlah, Tegakkan Kosnstitusi.”

Selain itu, mereka juga membentangkan poster yang diambil dari pernyataan Prof. Dr. A. Syafii Maarif dengan bunyi yang cukup provokatif. “Polisi Jangan Tunduk pada Preman Berjubah!”

Massa AKKBB inilah yang siang itu mendesak Kejagung agar kembali ke UUD 1945 dan menolak Fatwa MUI untuk mengatasi masalah aliran sesat. Mereka menuduh, aksi kekerasan atas nama agama belakangan ini disebabkan oleh Fatwa MUI.

Sebenarnya gerakan ini seminggu ini sudah ramai digalang di beberapa milis. Namun tak banyak masyarakat tahu. Bahkan situs Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) paling rajin menggang gerakan ini.

Diantara yang ikut terlibat adalah; Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), Interfidei, Jaringan Kelompok Antar-iman se-Indonesia, MADIA, Wahid Institut, Maarif Institut, JIL, ada juga nama seperti Muhamad Ali, Ph.D, assistant Professor Religious Studies Department University of California, dan Djohan Efendy.

One Response

  1. Setiap organisasi Islam harus memiliki :
    • Majelis2 Taklim, disetiap ranting organisasi Islam tsb.
    • Bazis (Badan Amil Zakat, Infaq & Sedekah) untuk menjalankan roda organisasi & melayani masyarakat.
    • Panti2 Asuhan, disetiap cabang organisasi Islam tsb.
    • Sekolah2 Islam, Madrasah2, Pondok2 Pesantren hingga Perguruan2 Tinggi sebagai sarana pengkaderan. Para pemimpin (pengurus) organisasi Islam harus merupakan lulusan dari lembaga pendidikan internal yg dimiliki oleh organisasi Islam bersangkutan.
    • Corps Da’i.
    • Media massa.

    Jadwal Pengajian (Majelis Taklim) terdiri dari :

    • Pengajian Al Quran
    • Pengajian Hadits.

    Jadwalnya bergiliran (bergantian).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: