Penyesalan yang Sangat Berarti

Penyesalan yang Sangat Berarti
Oelh: Zaidan Ats-tsalis

Allah SWT berfirman yang artinya:
“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah[767]. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan[768] yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (Ar-Ra’du: 11)

[767] bagi tiap-tiap manusia ada beberapa malaikat yang tetap menjaganya secara bergiliran dan ada pula beberapa malaikat yang mencatat amalan-amalannya. dan yang dikehendaki dalam ayat Ini ialah malaikat yang menjaga secara bergiliran itu, disebut malaikat Hafazhah.
[768] Tuhan tidak akan merobah keadaan mereka, selama mereka tidak merobah sebab-sebab kemunduran mereka.

PERUBAHAN.
Kehidupan sejak awalnya sudah mengindikasikan sebuah perubahan. Berkaca dari diri kita sendiri. Dari pertemuan sperma dan ovum, hidup (berubah) di alam kandungan, terlahir sebagai sosok manusia kecil mungil. Seiring waktu terjadi perubahan secara jasad, begitu juga dengan mental dan sikap perangai. Dari lingkungan dan ilmu yang didapat menjadikan sebuah karakter yang kita dapati sekarang ini. Perubahan besar telah terjadai pada diri kita, begitu juga lingkungan, semuanya pasti bergerak yang kita sebut perubahan.
Yang menjadi permasalahan apakah kita akan menjadi obyek saja atau menjadi subyek sekaligus obyek perubahan tersebut. Jika kita hanya menjadi obyek, itu artinya kita tidak tahu harus berubah seperti apa, mengalir kemana saja air mengalir, melayang kemana angin berhembus.
Jika kita menjadi subyek dan sekaligus obyek perubahan maka kita menjadi orang yang mengerti bagaimana seharusnya diri dan lingkungan kita, kita mempunyai keinginan dan gambaran yang kuat tentang kondisi seperti apa yang terbaik, serta kita akan bergerak secara terus menerus ke dalam kondisi ideal tersebut. Proses pergerakan tersebut otomatis akan menjadikan diri kita menjadi subyek dan obyek, kita akan menjadi motor penggerak sekaligus teladan/sosok perubahan idealis tersebut.

Perubahan ada yang sifatnya universal dan ada yang khas. Yang ingin saya bahas adalah perubahan yang unik atau yang khas. Perubahan unik terjadi karena manusia menggunakan akalnya. Sedangkan perubahan universall karena memang sunnahtullah, pasti siapapun akan mengalaminya,seperti dari bayi menjadi balita lalu remaja,tua lalu mati. Rambut awalnya hitam memudar menjadi putih. Dan lain sebagianya.

Perubahan yang unik
Saya akan ceritakan tentang kisah sahabat Rasulullah yang bernama Abu Darda, sebelum masuk Islam adalah saudagar kaya yang keseharian berada di toko. Ada sebuah kebiasaanya ketika sebelum ke toko yaitu pagi stelah bangun tidur dia menuju berhala sembahannya di sebuah kamar yang paling istimewa di dalam rumahnya. Dia membungkuk memberi hormat kepada patung tersebut, kemudian diminyakinya dengan wangi-wangian termahal yang terdapat dalam tokonya yang besar, sesudah itu patung tersebut diberinya pakaian baru dari sutera yang megah, yang diperolehnya dari seorang pedagang yang datang dari Yaman dan sengaja mengunjunginya.
Abu Darda adalah sahabat Abdullah bin Ruwahah yang sudah masuk Islam terlebih dahulu. Suatu ketika, Abdullah bin Ruwahah berkunjung kerumahnya ketika Abu Darda masih di tokonya (pasar), Abdullah disambut istri Abu Darda yang sedang ”ngemong” anaknya. Ketika masuk rumah nya Abdullah langsung menuju kamar berhala Abu darda dan menghantamkan palu yang telah dipersiapkannya, sambil mengatakan, “Ketahuilah, setiap yang disembah selain Allah adalah batil!”.
Ummu Darda yang mengetahui itu menangis karena takut kemarahan suaminya. Dan akhirnya ummu darda pun mengadukan kejadian tersebut sesampainya Abu Darda dirumah sehingga otomatis Abu Darda marah. Mulanya dia bermaksud hendak mencari Abdullah. Tetapi, setelah kemarahannya berangsur padam, dia memikirkan kembali apa yang sudah terjadi. Kemudian katanya, “Seandainya patung itu benar Tuhan, tentu dia sanggup membela dirinya sendiri.” Abu Darda’ pun mendapatkan hidayah dari proses dia berpikir sehingga ia pun mencari Abdullah untuk mengajaknya bertemu Rasulullah SAW dan menyatakan keislamannya.

Perubahan dari proses berpikir adalah perubahan yang unik, bisa merubah prilaku dan sikap seseorang hanya dalam waktu sekejab bahkan bisa menghancurkan keyakinan yang terpupuk selama bertahun-tahun.

Manusia Berubah karena Pemahamannya
Akal adalah anugerah Allah sebagai awal manusia mendapatkan dan menggunakan hidayah Allah. Dengan akal, manusia bisa berpikir, menyerap fakta yang terindra dan mengaitkannya dengan informasi yang didapat, hingga mendapatkan sebuah persepsi atau pemahaman tentang fakta tersebut. Informasi yang tidak meyakinkan (meragukan) akan mudah dirubah dengan informasi yang meyakinkan (berdalil), informasi yang sesuai dengan realita akan mudah dipahami atau diyakini daripada informasi yang tiada faktanya. Abu Darda hanyalah berasumsi dengan perasaanya bahwa patung yang dia sembah adalah perwujudan dari Tuhannya. Tetapi ketika didapatkannya sebuah fakta baru dan informasi yang meyakinkan dengan hancurnya ”sang tuhan” yang ternyata jauh dari informasi yang benar tentang Tuhan, menyadarkan dan merubah persepsinya tentang Tuhan. Dan untungnya lagi, Abu Darda mau menggunakan akal yang diberikan Allah sehingga dia bisa menggunakan hidayah lain yaitu al irsyad wal bayan (Al qur’an) sebagai pusat informasi yang benar.
Sejak itu pula, perubahan besar terjadi pada dirinya. Dia bisa merubah suka dan bencinya, bisa merubah cara pandangnya tentang dunia dan seisinya. Sejak detik pertama Abu Darda iman dengan Allah dan Rasul-Nya, dia iman dengan sebenar-benar iman. Dia sangat menyesal agak terlambat masuk Islam. Sementara itu, kawan-kawannya yang telah lebih dahulu masuk Islam telah memperoleh pengertian yang mendalam tentang agama Allah ini, hafal Alquran, senantiasa beribadat, dan takwa yang selalu mereka tanamkan dalam dirinya di sisi Allah. Karena itu, dia bertekad hendak mengejar ketinggalannya dengan sungguh-sunggu sekalipun dia berpayah-payah siang dan malam, hingga tersusul orang-orang yang telah berangkat lebih dahulu. Dia berpaling kepada ibadat dan memutuskan hubungannya dengan dunia; mencurahkan perhatian kepada ilmu seperti orang kehausan; mempelajari Alquran dengan tekun dan menghafal ayat-ayat, serta menggali pengertiannya sampai dalam. Tatkala dirasakannya perdagangannya terganggu dan merintanginya untuk beribadat dan menghadiri majlis-majlis ilmu, maka ditinggalkannya perusahaanya tanpa ragu-ragu dan tanpa menyesal.
Berkenaan dengan sikapnya yang tegas itu, orang pernah bertanya kepadanya. Maka, dijawabnya, “Sebelum masa Rasulullah, saya menjadi seorang pedagang. Maka, setelah masuk Islam, saya ingin menggabungkan berdagang untuk beribadat. Demi Allah, yang jiwa Abu Darda dalam kuasa-Nya, saya akan menggaji penjaga pintu masjid supaya saya tidak luput salat berjamaah, kemudian saya berjual beli dan berlaba setiap hari 300 dinar.” Kemudian, saya menengok kepada si penanya dan berkata, “Saya tidak mengatakan, Allah Ta’ala mengharamkan berniaga. Tetapi saya ingin menjadi pedagang, bila perdagangan dan jual beli tidak menganggu saya untuk dzikrullah (berzikir).”
Abu Darda tidak meninggalkan perdagangan sama sekali. Dia hanya sekadar meninggalkan dunia dengan segala perhiasan dan kemegahannya. Baginya sudah cukup sesuap nasi sekadar untuk menguatkan badan, dan sehelai pakaian kasar untuk menutupi tubuh.

Saya tidak akan membahsa tentang kezuhudan Abu Darda’,tetapi bagaiman dengan sebuah pemahaman bisa merubah seseorang sedemikain dahsyat.

Itulah yang kita butuhkan sekarang yaitu pemikiran Islam (menilai segala sesuatu dengan aqidah Islam) yang akan merubah perasaan qonaah dan ridho kita hanya untuk Islam. Maha benar firman Allah yang tidak akan merubah nasib suatu kaum hingga kaum tersebut merubah dirinya sendiri.

Penyesalan yang sangat berarti ketika penyesalan tersebut membuat kita berubah ke arah yang benar yaitu berkepribadian Islam dan menjadi pembela Islam yang tangguh berdakwah di segala medan pertempuran di kehidupan sekarang ini. Sunnguh telah bangkrut dan celaka orang yang hari ini lebih buruk daripada kemarin.

5 Responses

  1. bagaimana menjaga keimanan yang di mana sekarang begitu banyak jerat syetan baik tersembunyi maupun yang terlihat seperi situs2 porno, metode apakah yang dapat mengontrol hawa napsu ini?

  2. selalulh brzikir dn tanamkn dhati maupun pikiran akibat mengikuiti hawa nafsu yng trlarang trsebut..

  3. bagaimana cara menahan rasa riya’ yg sllu ada di hati saya ni??

  4. BIMBINGAN SPIRITUAL “ MUSTIKA IMAN “ {MA’RIFATULLOH } CIPADU HOLISTIC CENTER
    CIPADU HOLISTIC CENTER mengajak atau menghimbau semua kaum muslimin dan muslimat di mana saja berada untuk menuju dan sekaligus mencapai kesempurnaan iman. Ilmu Kesempurnaan Dunia Akhirat Yang CIPADU HOLISTIC CENTER ajarkan merupakan suatu tuntunan { Merupakan ajaran Do’a wirid setelah sholat fardhu maupun setelah sholat tahajud } agar kita semua dapat mengenal Allah dengan sebenar-benarnya { MA’RIFATULLOH } sehingga ibadat yang kita lakukan diterima oleh Allah (tidak sia-sia belaka) dan kita mendapat ridho Allah dari dunia sampai akhirat. Sejalan dengan perkembangan kehidupan beragama yang semakin baik di Indonesia, maka makin banyak orang yang mengaku dirinya beriman kepada Tuhan YME. Mereka mengakui bahwa Allah itu Mahakuasa dan Mahasegala-galanya, mereka mengakui bahwa mereka itu diciptakan, digerakkan, diberi nikmat dan rejeki oleh Allah.
    Tetapi sayangnya pengakuan seperti itu kebanyakan hanyalah pengakuan di mulut saja atau boleh dikatakan sebagai pengakuan yang bohong belaka, karena tidak diikuti oleh tindakan yang mencerminkan iman kepada Allah.{ Hal ini terbukti dengan banyaknya saudara2 kita yang mendapatkan amanah untuk memimpin bangsa ini tetapi berkhianat, serta kenyataan di tengah2 masyarakat kita yang belum bisa menempatkan agama sebagai paugeraning urip / pegangan hidup” Red} Mereka mengaku beriman dan bertaqwa kepada Allah namun kenyataanya tidak di wujudkan dalam praktek kehidupan secara nyata. Mayoritas yang terjadi adalah menjadikan iman dan taqwa ini seperti akan membuat gado-gado. Perintah Alloh yang semestinya di tinggalkan malah di jalankan, yang semestinya di jalankan malah di tinggalkan dll. Prilaku orang seperti ini banyak hal yang melatar belakangi. Ada yang memang karena tidak tahu,ada yang pura-pura tidak tahu, ada yang tidak mau tahu, ada juga yang memang sengaja melanggar.
    Fakta dan kenyataan juga telah menunjukkan bahwa Manusia Islam di Indonesia BAGUS secara KUANTITI, tetapi RENDAH secara KUALITI. Kita semua bahkan dunia mengakui, kalau Negara kita bukan Negara islam,tetapi dengan jumlah penduduk yang beragama islam terbesar di dunia. Kita semua bahkan dunia, juga mengakui kalau jamaah Haji terbanyak di dunia dalam setiap tahunnya adalah dari Indonesia, Bahkan saat ini apabila kita akan menunaikan ibadah haji, kemudian melakukan pendaftaran pada tahun 2011, maka akan di berangkatkan ke tanah suci nanti tahun 2016. Ini artinya apabila semua calon haji yang telah mendaftarkan diri sampai hari ini saja , kemudian di berangkatkan sekaligus dalam 1 periode, maka masjidil haram di tanah suci itu tidak akan sanggup menampung jamaah calon haji dari Indonesia. Semenjak kita sekolah SD selalu di beri tahu, kalau tujuan menunaikan ibadah haji adalah untuk Menyempurnakan iman. Kalau jumlah jamaah haji dari Indonesia per tahun rata – rata 250.000 orang saja, berarti semestinya jumlah manusia Indonesia yang imannya sempurna per tahun bertambah 250.000 0rang per tahun. Tetapi lagi-lagi kita perlu melihat dan mengakui sebuah kenyataan, kalau Faktanya adalah jemaah haji kita BAGUS secara KUANTITI tetapi RENDAH secara KUALITI. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya saudara islam kita yg berurusan dengan hukum { KPK } misalnya. Sedangkan islam tak pernah mengajarkan untuk jadi koruptor. Hal-hal yang saya sampaikan di atas adalah salah satu contoh kecil yang tidak perlu di perdebatkan. Tetapi harus di akui bahwa artinya di sini ada sesuatu hal yang salah. Itu semua adalah sebuah kenyataan yang harus kita akui kemudian kita carikan solusinya. Menjadi kuwajiban kita bersama sebagai pemeluk agama islam untuk menjadikan diri kita serta saudara islam kita sebagai manusia
    { khususnya yang ada di Indonesia }, islam yang BAGUS secara KUANTITI serta BAGUS juga secara KUALITI. Sehingga InsyaAlloh, kalau 88% penduduk Indonesia yg beragama islam ini bagus kualitas pengamalan agamanya, maka bukan mustahil lagi kalau Bangsa kita suatu saat akan mampu menjadi Mercusuar dunia.
    Sebetulnya jika kita perhatikan baik-baik, banyak petunjuk yang menyiratkan tentang kuwajiban kita untuk mngenal Alloh { MA’RIFATULLOH } baik petunjuk yang berasal dari Allah sendiri dalam Al Quran, maupun yang berasal dari orang-orang tua kita zaman dulu. Dalam kitab suci Al Quran surat Al Hadiid ayat 4 Allah berfirman : “Wahuwa maakum aenama kuntum wallahu bima ta maluna basir”, yang artinya : “Di mana kamu ada Aku ada, dari itu Aku melihat saja apa yang kau lakukan”. Lalu ada pula firman Allah yang berbunyi : “Wanahnu akroba illaihi min hablil warid”, yang artinya : “Aku lebih dekat kepadamu daripada kedua urat nadimu”, atau : “Wallahu maakum”, yang artinya : “Aku bersamamu”. Juga dalam Al Hadist, Nabi Besar Muhammad SAW bersabda : “Man arofa napsahu fakod arofa robbahu”, yang artinya : “Ketahuilah dahulu dirimu, nanti kamu akan mengetahui Tuhanmu”. Arti sabda ini sesuai pula dengan kata-kata yang diucapkan oleh orang-orang tua dari tanah Jawa dengan Bahasa Jawa : “Nek kowe arep weruh akune, goleki disik ingsune”. Demikian pula orang-orang Sunda (Jawa Barat) mengatakan : “Ari Allah nu teu bukti disebutkeun wujud pasti weleh medem teu kaharti lamun can nyaho kadiri”.
    “Ilmu Kesempurnaan Dunia Akhirat” (IKDA) atau “Mustika Iman”, Bertujuan membentuk manusia yang sempurna imannya, lahir batinnya dan mendapat ridho Allah dari dunia sampai akhirat.
    Semua itu bertujuan untuk :
    1. Mengenal Tuhan { Alloh swt } 2. Menjaga diri dengan sempurna baik di dunia dan akhirat 3. Menolong sesama 4. Mengetahui jalan mati.
    Atau dengan kata lain, pelajaran-pelajaran ini bertujuan untuk mengenal dan mencintai Tuhan serta untuk mencintai sesama tanpa memandang bangsa maupun agama.Bagi anda yang berminat untuk ikut mempelajari ILMU KESEMPURNAAN DUNIA AKHIRAT “ MUSTIKA IMAN “ Silahkan segera hub alamat kami
    Alamat : CIPADU HOLISTIC CENTER / CHC jl Ciledug raya gang H. Bhotet Rt 04/05 Pisangan Kreo , Larangan. +/- 40 meter di belakang POM Bensin Kreo Batas. Telp 021 933.40.413 / 36 38. 22 23 info lengkap di www. multiterapi. blogspot.com
    Syarat dan ketentuan bagi peserta : 1}. Membeli Buku panduannya sebesar Rp. 41.000 ; 2}. Melakukan Registrasi pendaftaran di CHC dengan biaya infaq 3}. Selalu Mengikuti bimbingan spiritualnya di CHC dengan biaya infaq / Amal. 4}. Melakukan pembersihan kalau sudah sampai saatnya.
    Wassalam……..

  5. manusia itu berubah melalui pemahamannya
    subhanallah, abu darda termasuk orang di dalamnya…
    saya jadi teringat muallaf yg dulu sempat bertemu dengan sya,
    beliau berubah karena pemahamannya
    2 tahun mencari agama, hingga akhirnya
    berlabuh di islam, agama kita semua ini…

    dahsyat postingannya pa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: