Hanya Ada Dua Jalan

Hanya Ada dua Jalan
Oleh: Zaidan Ats-Tsalis

وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ
Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan. (Al Balad: 10)

Di dalam menjalani hidup ini, manusia adalah pemegang amanah risalah Allah. Ketika mahluk lain tidak mau memegang kepemimpinan, tetapi manusia dengan sombongnya ”Mau” memikulnya. Allah memberikan kelebihan daripada mahluk lain yaitu ”AKAL”. Dengan akal ini manusia bisa berpikir membedakan mana yang hak dan yang batil.
Manusia hidup di dunia (bumi tepatnya) membawa sebuah misi kehidupan dari Allah. Masing-masing individu menjadi subyek dalam misi tersebut, dan batas tugas tersebut pun masing-masing individu manusia berbeda. Ada yang baru tugas atau mendarat di bumi sudah dipanggil lagi untuk kembali, ada yang 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, 70 tahun dan macam-macam jangka waktunya tergantung dari pemberi Perintah. Asyiknya, masing-masing individu tidak ada yang tahu sampai kapan misi itu harus diselesaikan. Sang pemberi Perintah pun hanya memberikan potensi kehidupan dan akal serta petunjuk peta kehidupan.

Salah satunya dalam peta kehidupan tersebut disebutkan seperti ayat diatas ”Dan Kami (Allah) telah menunjukkan kepadanya dua jalan”. Ya, hanya ada dua jalan yaitu golangan kanan dan golongan kiri. Seperti lanjutan dari surat Al Balad ayat 17-20.
ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِ
أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ
وَالَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِنَا هُمْ أَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ
عَلَيْهِمْ نَارٌ مُؤْصَدَةٌ

17. Dan dia (Tidak pula) termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.
18. Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan.
19. Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat kami, mereka itu adalah golongan kiri.
20. Mereka berada dalam neraka yang ditutup rapat.

Di dalam menjalani dua jalan ini ternyata, masing-masing individu menjalani kisah hidup sendiri-sendiri(kehidupan itu bersifat individual), sebanyak individu di muka bumi maka sebanyak itu pulalah kisah perjalanan hidup. Tetapi dari kisah hidup itu tetap saja bisa dimasukkan hanya ke dalam dua kategori yaitu golongan kanan dan golongan kiri.

Antara Pilihan dan Taqdir
Rizki (pemberian) Allah sudah ada kadarnya, masing-masing orang sudah punya jatahnya. Bekerja adalah pilihan, sehingga bisa dengan cara halal dan cara haram. Mati adalah suatu kepastian, cara mati adalah pilihan, jika ingin cara mati yang baik maka berdoa dan senantiasa berkelakuan baik. Khalid bin Walid, memilih untuk mati di medan perang fisabilillah maka hidup dan matinya hanya di fokuskan kepada setiap perjuangan Islam di medan perang dengan kekufuran, walaupun Khalid tahu bahwa Rasulullah pernah mengatakan bahwa Khalid akan mati di kasur. Khalid menjemput kepastian berupa kematian dengan berjuang di jalan Allah di tubuhnya ratusan bekas luka pedang dan tombak. Tempat mati kita adalah ketentuan illahi (rahasia illahi) maka berharap-harap cemaslah setiap waktu dan setiap tempat, siapa tahu itu adalah tempat kita mati. Tentu kita berharap mati di masjid ketika sholat dan ngaji, mati di medan jihad fisabilillah, mati di tempat kerja yang halal, mati ketika melaksanakan kewajiban kepada Allah dan menjauhi larangan allah, bukan mati dalam kondisi ketika melaksanakan keharaman dan meninggalkan kewajiban.

Maka, kita bisa memilih meninggalkan medan jihad, tidak sholat, berani kepada orang tua, tidak dakwah berjamaah, tidak ikut berjuang menegakkan khilafah, tidak sholat tahajud, tidak sholat dhuha, tidak mentadaburri Al qur’an, memilih menyendiri bertempat tinggal di tempat yang tenang di pulau terpencil, bekerja di tempat ribawi, dan lain sebagaianya.
Dalam kehidupan pasti kita dihadapkan pada setiap pilihan. Tentunya tidak akan sulit jika iman yang kuat tertanam di dada, kita akan pastikan setiap pilihan kita masih di jalur kanan, dan menjauhi sejauh-jauhnya golongan kiri.
Keimanan kita kepada Allah bahwa tawakallah yang menentukan rizki kita, akan menambah sepak terjang kita dalam bekerja di jalur kanan (cara yang halal). Keimanan kepada Rasulullah semakin menambah sepak terjang kita dalam meneladaninya di setiap kehidupan termasuk dakwah. Keimanan kepada Al Quran semakin menambah kita menjalani kehidupan dengan peta yang benar pasti selamat sampai tujuan.

Setiap Pilihan Pasti Di pertanggungjawabkan
Ada sebuah tulisan yang menanyakan seorang muslimah yang menikahi orang kafir karena cintanya. Menikah adalah pilihan dan cerai juga pilihan. Allah melarang seorang muslimah menikah dengan orang kafir maka telah jelas sekali pilihannya.
Ada yang bekerja di bank ribawi dengan alasan bekerja menafkahi keluarga. Pilihan yang juga jelas harus dipertanggungjawabkan, bekerja masih banyak pilihan yang lain, banyak orang tidak kerja di bank bisa menghidupi keluarganya.
Berhenti dakwah (baik fardhiyah maupun jamaah)juga adalah pilihan.

Seni dalam memilih:
1. Pilihlah dan kerjakan sekuat mungkin setiap kewajiban baik kewajiban fardhiyah maupun kewajiban kifayah…(kewajiban tidak akan pernah gugur sebelum dilakukan)
2. Pilihlah dan kerjakan amalan sunnah yang sekiranya bisa istiqomah, latihlah secara bertahap dan jadikan sebuah kebiasaan hingga menjadi karakter.
3. Pilihlah perbuatan yang mubah dan kerjakan secukupnya, jangan berlebihan karena bisa mengeraskan hati. (hati yang keras akan sulit menerima kebenaran)
4. Pilihlah untuk mengatakan “TIDAK” pada setiap keharaman dan juahi sejauh-jauhnya.
5. Pilihlah untuk menjaga diri berani meninggalkan yang Makruh, karen bisa meninggalkan yang makruh insayallah yang Haram pasti bisa.

Dalam setiap pilihan selain keimanan yang kuat diperlukan tipikal manusia yang haus akan ilmu, karena tanpa ilmu, manusia akan salah melangkah. JADILAH ORANG YANG BERILMU sehingga mampu membedakan yang haq dan yang batil karena Allah.

4 Responses

  1. maaf ustadz sy sangat terkesan dengan situs ini semoga allah swt yang membalasnya kalau boleh rekomendasikan jemaah ustadz ke perumahaan masyrakat taqwa.www.bagjasugema.com

  2. maaf lahir bathin tlng kami wahai hamba allah dengan mamilih hunian di depok masyrakat madani,www.bagjasugema.com

  3. BIMBINGAN SPIRITUAL “ MUSTIKA IMAN “ {MA’RIFATULLOH } CIPADU HOLISTIC CENTER
    CIPADU HOLISTIC CENTER mengajak atau menghimbau semua kaum muslimin dan muslimat di mana saja berada untuk menuju dan sekaligus mencapai kesempurnaan iman. Ilmu Kesempurnaan Dunia Akhirat Yang CIPADU HOLISTIC CENTER ajarkan merupakan suatu tuntunan { Merupakan ajaran Do’a wirid setelah sholat fardhu maupun setelah sholat tahajud } agar kita semua dapat mengenal Allah dengan sebenar-benarnya { MA’RIFATULLOH } sehingga ibadat yang kita lakukan diterima oleh Allah (tidak sia-sia belaka) dan kita mendapat ridho Allah dari dunia sampai akhirat. Sejalan dengan perkembangan kehidupan beragama yang semakin baik di Indonesia, maka makin banyak orang yang mengaku dirinya beriman kepada Tuhan YME. Mereka mengakui bahwa Allah itu Mahakuasa dan Mahasegala-galanya, mereka mengakui bahwa mereka itu diciptakan, digerakkan, diberi nikmat dan rejeki oleh Allah.
    Tetapi sayangnya pengakuan seperti itu kebanyakan hanyalah pengakuan di mulut saja atau boleh dikatakan sebagai pengakuan yang bohong belaka, karena tidak diikuti oleh tindakan yang mencerminkan iman kepada Allah.{ Hal ini terbukti dengan banyaknya saudara2 kita yang mendapatkan amanah untuk memimpin bangsa ini tetapi berkhianat, serta kenyataan di tengah2 masyarakat kita yang belum bisa menempatkan agama sebagai paugeraning urip / pegangan hidup” Red} Mereka mengaku beriman dan bertaqwa kepada Allah namun kenyataanya tidak di wujudkan dalam praktek kehidupan secara nyata. Mayoritas yang terjadi adalah menjadikan iman dan taqwa ini seperti akan membuat gado-gado. Perintah Alloh yang semestinya di tinggalkan malah di jalankan, yang semestinya di jalankan malah di tinggalkan dll. Prilaku orang seperti ini banyak hal yang melatar belakangi. Ada yang memang karena tidak tahu,ada yang pura-pura tidak tahu, ada yang tidak mau tahu, ada juga yang memang sengaja melanggar.
    Fakta dan kenyataan juga telah menunjukkan bahwa Manusia Islam di Indonesia BAGUS secara KUANTITI, tetapi RENDAH secara KUALITI. Kita semua bahkan dunia mengakui, kalau Negara kita bukan Negara islam,tetapi dengan jumlah penduduk yang beragama islam terbesar di dunia. Kita semua bahkan dunia, juga mengakui kalau jamaah Haji terbanyak di dunia dalam setiap tahunnya adalah dari Indonesia, Bahkan saat ini apabila kita akan menunaikan ibadah haji, kemudian melakukan pendaftaran pada tahun 2011, maka akan di berangkatkan ke tanah suci nanti tahun 2016. Ini artinya apabila semua calon haji yang telah mendaftarkan diri sampai hari ini saja , kemudian di berangkatkan sekaligus dalam 1 periode, maka masjidil haram di tanah suci itu tidak akan sanggup menampung jamaah calon haji dari Indonesia. Semenjak kita sekolah SD selalu di beri tahu, kalau tujuan menunaikan ibadah haji adalah untuk Menyempurnakan iman. Kalau jumlah jamaah haji dari Indonesia per tahun rata – rata 250.000 orang saja, berarti semestinya jumlah manusia Indonesia yang imannya sempurna per tahun bertambah 250.000 0rang per tahun. Tetapi lagi-lagi kita perlu melihat dan mengakui sebuah kenyataan, kalau Faktanya adalah jemaah haji kita BAGUS secara KUANTITI tetapi RENDAH secara KUALITI. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya saudara islam kita yg berurusan dengan hukum { KPK } misalnya. Sedangkan islam tak pernah mengajarkan untuk jadi koruptor. Hal-hal yang saya sampaikan di atas adalah salah satu contoh kecil yang tidak perlu di perdebatkan. Tetapi harus di akui bahwa artinya di sini ada sesuatu hal yang salah. Itu semua adalah sebuah kenyataan yang harus kita akui kemudian kita carikan solusinya. Menjadi kuwajiban kita bersama sebagai pemeluk agama islam untuk menjadikan diri kita serta saudara islam kita sebagai manusia
    { khususnya yang ada di Indonesia }, islam yang BAGUS secara KUANTITI serta BAGUS juga secara KUALITI. Sehingga InsyaAlloh, kalau 88% penduduk Indonesia yg beragama islam ini bagus kualitas pengamalan agamanya, maka bukan mustahil lagi kalau Bangsa kita suatu saat akan mampu menjadi Mercusuar dunia.
    Sebetulnya jika kita perhatikan baik-baik, banyak petunjuk yang menyiratkan tentang kuwajiban kita untuk mngenal Alloh { MA’RIFATULLOH } baik petunjuk yang berasal dari Allah sendiri dalam Al Quran, maupun yang berasal dari orang-orang tua kita zaman dulu. Dalam kitab suci Al Quran surat Al Hadiid ayat 4 Allah berfirman : “Wahuwa maakum aenama kuntum wallahu bima ta maluna basir”, yang artinya : “Di mana kamu ada Aku ada, dari itu Aku melihat saja apa yang kau lakukan”. Lalu ada pula firman Allah yang berbunyi : “Wanahnu akroba illaihi min hablil warid”, yang artinya : “Aku lebih dekat kepadamu daripada kedua urat nadimu”, atau : “Wallahu maakum”, yang artinya : “Aku bersamamu”. Juga dalam Al Hadist, Nabi Besar Muhammad SAW bersabda : “Man arofa napsahu fakod arofa robbahu”, yang artinya : “Ketahuilah dahulu dirimu, nanti kamu akan mengetahui Tuhanmu”. Arti sabda ini sesuai pula dengan kata-kata yang diucapkan oleh orang-orang tua dari tanah Jawa dengan Bahasa Jawa : “Nek kowe arep weruh akune, goleki disik ingsune”. Demikian pula orang-orang Sunda (Jawa Barat) mengatakan : “Ari Allah nu teu bukti disebutkeun wujud pasti weleh medem teu kaharti lamun can nyaho kadiri”.
    “Ilmu Kesempurnaan Dunia Akhirat” (IKDA) atau “Mustika Iman”, Bertujuan membentuk manusia yang sempurna imannya, lahir batinnya dan mendapat ridho Allah dari dunia sampai akhirat.
    Semua itu bertujuan untuk :
    1. Mengenal Tuhan { Alloh swt } 2. Menjaga diri dengan sempurna baik di dunia dan akhirat 3. Menolong sesama 4. Mengetahui jalan mati.
    Atau dengan kata lain, pelajaran-pelajaran ini bertujuan untuk mengenal dan mencintai Tuhan serta untuk mencintai sesama tanpa memandang bangsa maupun agama.Bagi anda yang berminat untuk ikut mempelajari ILMU KESEMPURNAAN DUNIA AKHIRAT “ MUSTIKA IMAN “ Silahkan segera hub alamat kami
    Alamat : CIPADU HOLISTIC CENTER / CHC jl Ciledug raya gang H. Bhotet Rt 04/05 Pisangan Kreo , Larangan. +/- 40 meter di belakang POM Bensin Kreo Batas. Telp 021 933.40.413 / 36 38. 22 23 info lengkap di www. multiterapi. blogspot.com
    Syarat dan ketentuan bagi peserta : 1}. Membeli Buku panduannya sebesar Rp. 41.000 ; 2}. Melakukan Registrasi pendaftaran di CHC dengan biaya infaq 3}. Selalu Mengikuti bimbingan spiritualnya di CHC dengan biaya infaq / Amal. 4}. Melakukan pembersihan kalau sudah sampai saatnya.
    Wassalam……..

  4. dapatkn ratusan materi kajian islam di PERPUSTAKAAN ONLINE MATERI TARBIYAH
    ( http://www.tarbiyah-online.com )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: