Greenpeace Menentang Biodiesel Palem milik Neste

Greenpeace Menentang Biodiesel Palem milik Neste
Oleh Andre Pachter

Sebuah truk melintasi sebuah perkebunan minyak pohon palem di perbatasan Kuala Lumpur, Malaysia (Tengku Bahar/AFP/Getty Images)

(Erabaru.or.id) Seperti yang baru-baru ini dilaporkan, perusahaan terbesar ketiga Finlandia, Neste Oil, telah menarik perhatian negara yang ingin mengetahui lebih jauh tentang teknologi biodiesel milik perusahaan ini. Kurang beruntungnya bagi Neste, yang ingin mem-biodiesel-kan telepon selular Nokia, proses kepentingannya juga telah menarik perhatian dari suatu lawan berat, yang dapat menyebabkan perusahaan-perusahaan besar gemetar ketakutan – Greenpeace.

Organisasi internasional pemerhati lingkungan menolak dengan keras terhadap Neste atas penggunaan minyak pohon palem, yang ditoreh dari hutan-hutan hujan Asia Tenggara.

Greenpeace meminta orang-orang “untuk tidak mengisi tangki minyak mereka dengan hutan tropis”.

Neste, yang secara umum mendapat nilai tinggi atas standard kelayakan dan kebijaksanaan – dan bermaksud untuk mengubah bertahap minyak jatropha dan bahan lainnya yang ramah lingkungan – berada dalam daftar sasaran internasional Greenpeace.

Organisasi ini punya alasan. Area yang luas dari hutan hujan yang dibabat untuk membuka jalan bagi panen palem ini, menyebabkan karbondioksida dilepaskan ke atmosfir. Di Malaysia dan Indonesia, dimana kedua-duanya adalah penghasil terbanyak minyak sawit, produksinya sepertinya mulai mengarah kepada pengrusakan lebih jauh dari hutan tropis… dengan tujuan memproduksi bahan bakar yang dapat didaur ulang.

Barusan saja di bulan lalu, Neste membuka ladang besar biodiesel pertamanya – sebuah fasilitas penghasil 60 juta galon tiap tahunnya berlokasi di dalam kilang minyak perusahaan minyak Porvoo. Ladang ini menghabiskan biaya sekitar 125 juta dollar untuk pembangunannya, lebih besar daripada sebuah ladang biodiesel biasa. Kedua, hampir sama, ladang penghasil 60 juta galon tiap tahunnya yang sedang dalam pengerjaan dan diharapkan dapat dibuka tahun depan. Juga sama, lokasinya berada di kilang minyak Porvoo. Ladang ketiga penghasil 60 juta galon tiap tahunnya milik perusahaan ini, sama dengan dua ladang sebelumnya, dijadwalkan akan selesai dibangun di sebuah area kilang minyak milik Neste di Finlandia pada tahun 2009.

Dan Neste juga bekerja sama dengan kilang minyak milik Austria OMV Aktiengesellschaft atas pembangunan sebuah ladang penghasil 65 juta galon per tahun yang akan dibangun di sebuah area dekat Vienna.

Ada sebuah alasan terhadap bentuk dari 60 juta galon lebih per tahun. Neste bertujuan untuk memasuki dan pada akhirnya mendominasi pasar biodiesel Amerika Serikat, dan oleh karena itu merancang ladang-ladang mereka dan model bisnis demikian – adalah untuk mendapatkan keuntungan dari pemerintahan federal Amerika Serikat subsidi sebesar $1 per galon bagi penghasil ataupun pengguna biodiesel dan disebut diesel daur ulang, yang terbuat dengan mencampur minyak bumi dari kilang minyak dengan minyak sayur dan lemak hewan untuk menghasilkan sebuah minyak diesel yang pembakarannya lebih bersih sebagai pengganti. Subsidi diesel daur ulang ini – dalam bentuk sebuah kredit pajak atau pembayaran tunai dari pemerintah – masa waktunya akan berakhir di tahun 2008 tetapi diharapkan secara luas dapat diperbaharui oleh Kongres Amerika Serikat sedikitnya dua tahun ke depan.

Hukum membatasi subsidi terhadap 60 juta galon per tahun – per fasilitas. Secara prinsip, sebuah perusahaan seperti Neste dapat memiliki dan mengoperasikan beberapa ladang penghasil 60 juta galon per tahun dan memperoleh 1 dollar atas setiap penjualan dari diesel daur ulangnya. Alternatif lainnya, subsidi tersebut dapat dipindahkan kepada pelanggan.

Meskipun Nesta menyebutnya sebagai minyak biodiesel alternatif karena minyak tersebut (sementara ini, setidaknya) terbuat dari minyak sayur-sayuran, produk ini sendiri secara teknis bukanlah biodiesel karena hal ini dibuat tidak dengan menggunakan metode transesterifikasi klasik, yang mencampur antara minyak sayur atau lemak hewan dengan methanol dan suatu perantara kimiawi untuk menghasilkan biodiesel yang murni, yang dikenal sebagai B100.

Teknologi Neste adalah mirip dengan proses diesel daur ulang yang dikembangkan oleh ENI Italia, Petrobas Brazil, BP Inggris dan ConocoPhillips. Semua perusahaan ini terus mencari daya untuk cadangan minyak mereka, bersamaan dengan kilang minyak mereka, distribusi dan kapabilitas transportasi, untuk mengeksploitasi permintaan terhadap minyak hijau.

Copyright Andre Pachter. Dipublikasi dengan ijin penulis.
China Confidential Oct 12, 2007
http://en.epochtimes.com/news/7-10-12/60555.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: