PM Israel derita kanker prostat

PM Israel derita kanker prostat

 

PM Israel Ehud Olmert
Popularitas pemerintah Olmert belakangan ini berkurang

Perdana Menteri Israel Ehud Olmert mengatakan dia akan menjalani operasi untuk mengangkat kanker prostat namun dia menambahkan kanker diketahui pada tahap dini dan dia tidak akan mundur dari jabatannya.

Olmert, 62 tahun, menjadi perdana menteri Israel sejak 2006 ketika Ariel Sharon terserang stroke berat yang menyebabkannya dalam keadaan koma.

Kejadian itu memicu seruan agar perdana menteri lebih terbuka tentang kesehatannya, karena Sharon jatuh sakit pada saat yang kritis bagi Israel.

Olmert tengah mempersiapkan konperensi regional yang diharapkan Amerika Serikat bisa menjadi forum bagi perdamaian Timur Tengah.

Popularitas pemerintah Olmert belakangan ini berkurang menurut sejumlah jajak pendapat setelah beberapa skandal besar dan hasil tidak jelas dari perang 2006 di Libanon.

Penyebab kanker prostat belum diketahui sepenuhnya, namun ini adalah salah satu jenis kanker yang paling banyak didiagnosa pada pria.

Jika ditemukan pada tahap dini, ketika kanker hanya menyerang kelenjar prostat, peluang untuk sembuh dan hidup sangat besar.

“Saya akan bisa melakukan tugas-tugas saya sebelum dan sesudah pengobatan,” kata Olmert. “Para dokter mengatakan kepada saya bahwa peluang saya untuk sembuh besar.”

Hak untuk tahu

Pada jumpa pers mendapat di Yerusalem, Olmert mengatakan dia sebenarnya tidak perlu mengungkapkan kondisinya saat ini namun dia melakukannya demi keterbukaan.

“Penduduk Israel berhak untuk tahu dan saya rasa ini adalah tugas saya untuk memberi tahun anda,” katanya dalam jumpa pers, yang juga disiarkan langsung di televisi Israel.

Sebelumnya, karena cedera karir Olmert di militer adalah sebagai wartawan angkatan bersenjata – hal yang aneh bagi calon pemimpin politik Israel.

Dia menjadi anggota parlemen pada tahun 1973 di usia 28 tahun.

Pada tahun 1993 dia terpilih sebagai walikota pertama Yerusalem dari partai sayap kanan, Likud.

Dia keluar dari Likud ketika Ariel Sharon memisahkan diri untuk membentuk partai tengah, Kadima, yang kebijakan utamanya – yang sekarang ditinggalkan – adalah penarikan sepihak dari wilayah yang diduduki Israel sebagai langkah pemisahan diri dari Palestina dan memperbaiki keamanan perbatasan.

Sebelum stroke menyebabkan Sharon koma, yang merupakan serangan stroke keduanya dalam tiga pekan, Sharon menepis spekulasi tentang kesehatannya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: