Skill-Trust-Network : menghimpun energi eksitasi lompatan kuantum penghasilan

Skill-Trust-Network : menghimpun energi eksitasi lompatan kuantum penghasilan

rocketmanDulunya dia satpam. Sekarang seorang pengusaha hiasan ukiran.

Suatu ketika dia menghadap ke atasannya. Pamit mau keluar. Padahal sebagai satpam di salah satu perusahaan Medco Group tentulah sebuah pekerjaan yang lumayan baik. Ternyata dia mau lebih serius menekuni gerai toko kerajinannya. Yang saya dengar, dia punya bakat mendesain barang-barang ukiran hias seperti bebek ukir dan semacamnya. Sambil lalu ketika melakukan jaga malam dia sering membuat corat-coret desain yang kemudian ia realisasikan sebagai hiasan ukir. Ternyata produknya laku. Saking lakunya hingga akhirnya dia bisa buka gerai toko barang seni. Kabarnya ketika pamit dari perusahaan tempatnya bekerja, dia punya gerai toko di Plaza Indonesia dan satu lagi di daerah Kemang.

Dulunya satpam, sekarang desainer.

Pak Braja, rekan saya, juga dulunya satpam di sebuah bimbingan belajar. Sambil lalu dia belajar komputer dan mencoba-coba desain grafis dengan Photoshop. Ternyata dia cukup berbakat. Teman-temannya dapat melihat bahwa hasil karyanya punya sentuhan seni cukup tinggi. Akhirnya dia bekerja full di perusahaan baru sebagai desainer grafis utama.

Dulunya pembantu tukang batu, lalu broker tanah.

Waktu saya membangun rumah, ada seorang tukang batu yang rajin dengan pembantunya yang malas. Begitulah kata kakak saya yang lebih lama mengamatinya. Kalau kami ada, si pembantu itu tampak rajin, kalau kami menghilang, menguap pula semangat dia. Memang tampaknya kerja dia cukup lambat, padahal si tukang batunya cukup rajin. Beberapa waktu kemudian saya dengar dia mendapat peruntungan baru. Dia membeli sebidang tanah di sebelah makam Cina dekat situ. Tak disangka, tanahnya laku dijual kembali dengan harga sangat mahal. Berubahlah nasib dia dari seorang pembantu tukang batu menjadi broker tanah. Saya tak mendengar lagi kabar dia berikutnya setelah itu.

Dulunya karyawan hotel, sekarang pemilik bisnis rental mobil.

“Saya kerja tujuh tahun hasilnya cuma sepeda motor,” cerita Pak Asep dalam perjalanan mengantar saya ke Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng. Dia bercerita tentang keputusannya untuk keluar kemudian bisnis rental mobil bagi tamu hotel. Tentu saja ada sedikit modal uang untuk memulai, dan banyak modal pergaulan serta keberanian.

“Dengan begini saya bisa beli rumah, nyicil mobil, dan lainnya…,” cerita Pak Asep lagi. Rumahnya di Cibubur dia sewakan ke orang lain. Dia sendiri tinggal di daerah belakang Hotel Indonesia, sebuah rumah kecil dengan 4 kamar kos. “Saya beli tanahnya 1 juta per meter, murah Mas, orangnya sedang butuh. Baru saja saya beli sudah ada yang nawar 2,5 juta per meter. Tidak saya jual, malah saya bangun…,” ujarnya sambil tersenyum. “Berapa harga sewa per kamarnya Pak,” tanya saya. “Murah Mas, 500 ribu sebulan. Yah, banyaknya karyawan toko yang menyewa…,” jawab Pak Asep. Bener Pak, hasilnya lumayan, kata saya dalam hati.

Jalan hidup orang memang berbeda-beda. Bisakah kita sedikit mengambil pelajaran dari pengalaman hidup orang lain itu?

Menghimpun energi untuk melompat

Dalam tulisan sebelumnya tentang kulit-kulit orbit penghasilan dijelaskan bahwa penghasilan seseorang itu biasanya relatif konstan pada kisaran tertentu. Penghasilannya bisa berubah drastis ketika dia mampu melompat ke kulit orbit berikutnya. Idenya seperti teori atom dari Niels Bohr.

Bagaimana seseorang bisa melompat dari kulit energi satu ke kulit energi lainnya? Mari kita coba dekati dengan sebuah model yang sederhana yaitu : Skill – Trust – Network (STN).

Saya mengamati bahwa uang mengalir di atas 3 pilar STN itu. Bila Anda punya skill (keahlian) yang bagus, disertai trust (kepercayaan) atas kresdibilitas pribadi Anda, kemudian punya network luas, maka uang akan datang. Memiliki ketiganya sangatlah bagus. Bila hanya mempunyai salah satunya, maka perlu melengkapi hal lainnya melalui sinergi dengan orang lain.

Mari kita bahas lebih mendalam.

Skill

Cara pertama seseorang dapat berpindah ke domain penghasilan yang lebih tinggi adalah dengan menghimpun keahlian yang dibutuhkan suatu peluang tertentu. Dalam kisah beberapa satpam di atas, mereka mampu berpindah domain karena menemukan dan menguasai skill baru sehingga masuk ke wilayah pekerjaan baru.

Apakah selalu harus mempunyai kemampuan yang terkait secara dekat dengan bisnis perusahaan tempat kita ingin bekerja? Tentu saja tidak. Di perusahaan minyak bukan hanya ahli perminyakan yang dibutuhkan, tapi juga akuntan, psikolog, ekonom, dan lainnya. Yang menyebabkan seseorang dihargai skill nya adalah kemampuan memberikan ‘kontribusi unik yang berharga’ bagi perusahaan. Ibaratnya kalau Anda jual makanan pun akan laris bila mampu memberikan ‘pengalaman rasa unik yang berharga’ kepada pelanggan. Salah satu kiat yang bisa ditempuh adalah menjadi ‘si picak di kalangan orang buta’, yaitu ketika Anda punya kemampuan komplemen yang dibutuhkan orang lain. Dengan demikian kontribusi ke perusahaan menjadi cukup berarti untuk dibayar mahal.

Jadi cara pertama menghimpun energi eksitasi untuk berpindah ke orbit penghasilan yang lebih tinggi adalah dengan menguasai keahlian yang diperlukan di bidang yang berani membayar mahal jasa yang kita miliki.

Trust

Kepercayaan menjadi penentu apakah sebuah proyek/permintaan ditawarkan kepada Anda atau tidak. Kita tahu bahwa kepercayaan adalah dasar utama bisnis. Seseorang yang meminta jasa kita sebenarnya sedang mempertaruhkan reputasi dia sendiri dengan menyandarkannya kepada hasil pekerjaan kita. Kalau hasil kita baik, maka dia ikut terangkat. Kalau hasil kita buruk, maka dia ikut kena getahnya. Karena itu meningkatkan reputasi kita sebagai orang terpercaya (yang bisa mengemban amanat dengan baik) merupakan hal kunci dalam bisnis.

Saya sudah bertemu dengan berbagai macam orang dalam bisnis. Yang mau menang sendiri, yang mengerjakan tugas asal-asalan, yang menunda-nunda bayar hutang, yang berani mengorbankan miliknya untuk melunasi hutang, hingga yang melarikan modal usaha. Pada akhirnya dalam jangka panjang, mereka yang mempunyai integritas tingi dalam menepati janji adalah mereka yang akan tetap eksis dalam bisnis. Kita akan selalu ingat siapa yang membaiki kita, juga siapa yang meyakiti kita. Siapa yang berbagi bahagia, dan siapa yang bikin sakit hati. Salah satu cara saya mendeteksi integritas seseorang adalah dengan memperhatikan seberapa tinggi seseorang itu menepati janji pertemuan. Kalau dia janji ketemu jam 10, lalu hingga lewat jam 10 tidak muncul, kemudian jam 11 minta maaf atas keteledorannya, maka itulah ciri orang yang suka khianat.

Apakah mereka yang terlambat adalah orang yang tak layak dipercaya? Tentu saja tidak demikian. Terkadang kita sendiri terlambat datang ke pertemuan. Yang membedakan antara orang dengan integritas tinggi dan rendah adalah kapan seseorang ‘memberitahukan akan terlambat’. Kalau dia memberitahukan kemungkinan terlambat sebelum jadwal pertemuan, maka dia masih orang terpercaya. Kalau dia memberitahukan (dan minta maaf) setelah lewat jadwal pertemuan, itulah ciri orang yang tidak terpercaya. Perbedaan kecil antara pemberitahuan sebelum dan sesudah jadwal yang disepakati tersebut menunjukkan perbedaan besar dalam integritas seseorang. Yang memberitahu sebelum jadwal menunjukkan penghormatan akan waktu dan kepentingan orang lain, sedangkan pemberitahuan setelah jadwal menunjukkan sifat meremehkan waktu dan kepentingan orang lain.

Sejauh ini (dari pengalaman beberapa kali), resep mengamati ketepatan janji tersebut cukup akurat. Kalau kira-kira seseorang itu diragukan integritasnya, lebih baik tidak usah berbisnis dengan dia (nanti sakit hati).

Network

Peluang muncul dari network Anda. Kalau network Anda terbatas, begitu pula peluang Anda akan terbatas. Kesempatan datang dari orang lain. Terutama orang lain yang mengenal reputasi Anda. Ketika orang lain tersebut memerlukan sesuatu, dan dia tahu itu ada di diri Anda, lalu dia percaya pada Anda, maka dia akan kontak Anda.

Kalau kita hubungkan teori penghasilan dalam bentuk kulit orbit elektron yang berlapis-lapis, maka untuk naik ke orbit berikutnya Anda perlu mengenal dengan orang-orang dari domain kulit orbit tersebut. Kalau Anda ingin bisnis milyaran, maka kenalan Anda pun seharusnya di lingkup kegiatan dengan transaksi milyaran. Kalau Anda jualan tahu goreng di pojok perumahan, maka omzetnya juga kelas perumahan. Kalau Anda jualan tahu ke kantin-kantin di dekat perusahaan-perusahaan besar, sangat berpeluang omzetnya mengikut naik ke kelas yang lebih tinggi.

Kesempatan unik

Bagaimana STN ini berperan pada lompatan penghasilan Anda berikutnya? Network memberikan peluang baru buat Anda. Trust menjadikan peluang itu jatuh ke Anda. Sedangkan Skill memastikan peluang tersebut dapat dikerjakan dengan baik. Ibarat main bola, pemain profesional terus bergerak mencari posisi yang bagus. Suatu ketika dia akan berada pada posisi yang istimewa, gabungan peluang – kepercayaan – dan kemampuan, yang memungkinkan dia mencetak gol indah.

Anda bisa melatih skill Anda hingga taraf yang lebih tinggi, atau Anda bisa mencari dan menguasai skill baru. Trust dibangun dengan lebih sering silaturahmi, menunjukkan hasil kerja yang selalu baik, menjadi orang yang selalu bisa dipercaya, dan tampil membuka diri agar orang lain makin kenal dengan Anda. Sedangkan network bisa terus dibangun melalui kemauan berkenalan dengan lebih banyak orang di lebih banyak bidang, seperti yang biasa dilakukan orang-orang yang beruntung.

Manapun yang Anda tempuh diantara STN ini akan membuka peluang baru bagi nasib Anda. Pada suatu ketika, kombinasi STN ini akan memunculkan kesempatan unik dimana tiba-tiba Anda bisa melompat ke kelas penghasilan lebih tinggi. Semoga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: