KH. Ma’ruf Amin (Ketua Fatwa MUI): Jual Beli Organ Haram Hukumnya

KH. Ma’ruf Amin (Ketua Fatwa MUI):
Jual Beli Organ Haram Hukumnya

Sebagai negara yang mayoritas berpenduduk beragama Islam MUI adalah suatu lembaga yang sangat penting. Dimana merupakan tempat rujukan bagi umat untuk mendapatkan jawaban dari berbagai persoalan yang terjadi dengan berdasarkan kaidah-kaidah agama Islam. Maka Era Baru perlu untuk mewawancarai beliau untuk mengetahui beberapa masalah dipandang dari sudut hukum Islam. Berikut wawancaranya dengan Ketua Fatwa MUI Bapak KH Ma’ruf Amin yang biasa disapa Kyai, diruang kerja beliau kantor MUI mesjid Istiqlal Jakarta Pusat.

Bapak Ma’ruf pada saat ini MUI sedang disibukkan masalah apa?

Banyak sekali masalah yang harus diselesaikan misalnya masalah makanan halal, khitan perempuan, masalah aborsi dan sebagainya. Baru saja kami rapat mengenai makanan halal.

Pak, kami sangat ingin mengetahui masalah transplantasi organ menurut kaidah agama Islam? (ini sehubungan dengan pernyataan beliau beberapa waktu yang lalu pada sebuah media televisi)

Untuk transplantasi organnya diperbolehkan tapi yang tidak diperbolehkan atau haram adalah jual-beli organnya. Karena sebenarnya kita itu tidak berhak “memberikan” organ kita itu. Karena organ itu bukan milik kita, kita tidak membeli atau diberikan oleh siapa. Tapi kita memanfaatkan organ kita yang diberikan oleh Tuhan kepada kita. Tetapi jika ada yang memerlukan organ kita dan diatur oleh negara (pemerintah) dalam hal ini tidak dijual belikan maka diperbolehkan. Sepanjang tidak membahayakan kita, kita boleh memberikan hanya tidak ada komersialisasi. Sekali lagi organ ini bukan milik kita tetapi kita hanya diamanati oleh Sang Pencipta untuk menjaganya.

Jadi hanya berlandaskan kemanusiaan dan toleransi pada sesama manusia?

Betul, hanya rasa kemanusiaan.

Ada sebagian umat muslim yang berpendapat melakukan transplantasi organ itu haram, meski semua telah melalui prosedur yang sah?

Ya memang ada yang berpendapat demikian, karena berpikir organ adalah karunia Allah tidak boleh diapa-apakan. Dasarnya sama tidak ada hak kita manusia melakukan sesuatu pada organ itu. Tapi ini adalah keadaan khusus dan semua pasti ada aturan untuk masalah itu. Kembali tidak boleh dikomersialkan ini haram. Sedang operasinya sendiri adalah boleh. Karena ini tujuannya adalah untuk kesembuhan tidak yang lain.

Kemudian ada berkembang dimasyarakat saat ini yaitu karena sakit yang parah, tanpa meperdulikan hal-hal dari kemanusiaan dan legalitas, yang bapak sebutkan tadi, pergi ke luar negeri untuk melakukan transplantasi?

Ini memang hak mereka, namun jika terjadi jual beli ada konsep komersialisasi maka ini haram karena mereka itu tidak berhak atas organ itu. Ini tidak diperbolehkan dalam Islam dan dengan tegas dikatakan Haram dalam agama Islam. Organ bukan milik kita dan bukan barang dagangan.

Kemudian untuk mengatasi permasalahan ini apakah antara MUI, IDI dan pemerintah telah ada pembicaraan untuk menegaskan masalah ini. Dan mengeluarkan pernyataan resmi?

Selama ini belum ada. Biasanya akan ada pembicaraan lebih detil kalau ada organisasi yang meminta fatwa maka akan diundang kemari untuk berdialog. Dalam hal ini bersama depkes, menteri kesehatan. Seperti dalam masalah KB, polio, aborsi, yang baru ini masalah khitan perempuan.

Di Indonesia, yang masyarakatnya mayoritas adalah muslim, MUI adalah lembaga yang masih sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat tersebut. Lalu adakah dari MUI sendiri bisa membuat suatu peraturan agar dapat mencegah orang-orang memperjual belikan organ?

Sebetulnya kami sudah membuat suatu fatwa, tetapi untuk ke depan kami akan memberikan wejangan dan bermusyawarah dengan IDI atau depkes untuk menanggulangi masalah ini. Artinya menyikapi masalah-masalah maraknya komersialisasi organ tubuh.

Karena sekarang ini, sudah muncul suatu keadaan jual-beli organ itu dilakukan dengan cara yang terbuka. Kita bisa melihat di internet, surat kabar, bahkan diorganisir dengan rapi. Hal ini jika tidak segera diatasi menurut pendapat saya akan mengaburkan hukum yang sebenarnya. Dan dapat menjerumuskan masyarakat. Sepertinya jual beli organ adalah diperbolehkan. Bahkan jika mereka akan membelinya keluar negeri. Bagaimana menurut bapak?

Jika memang keadaannya seperti itu memang, dari MUI menunggu pihak yang berwenang untuk bermusyawarah.

Bisakah kita mengacu kepada negara Iran yang sudah begitu rapi mengatur masalah transplantasi organ ini. Dimana pihak pemerintah yang mengatur masalah donor organ ini. Agar antar pihak pendonor dan penerima tidak ada yang dirugikan. Apakah hal sama dimungkinkan untuk dilakukan di Indonesia?

Saya pikir ini dimungkinkan, karena saya lihat ini sudah menjadi suatu kebutuhan bagi umat jadi harus diatur. Supaya tidak terjadi komersialisasi tetapi juga bagaimana dapat saling membantu untuk kemanusiaan. Misalnya ada orang meninggal menghadiahkan kornea matanya untuk orang lain ini tentu juga ada izin dari keluarganya. Ini memang harus ada peraturan untuk melegalkan itu. Karena atas dasar ingin menolong sesama manusia.

Yang kami dengar dari pihak kedokteran, ada yang tengah mengupayakan masalah peraturan transplantasi organ ini, sampai kepihak pemerintah. Tapi hingga saat ini belum ada jawaban. Dapatkah dari pihak MUI mendorong hal ini?

Dari pihak MUI siap untuk mengadakan sidang. Karena kami biasanya menunggu sampai ada permintaan lalu kami akan mengadakan sidang.

Kemudian ada fenomena masyarakat mencari organ untuk transplantasi adalah keluar negeri, yang sedang ramainya ini mereka pergi ke China. Bahkan muncul dalam bentuk promosi disini. Yang mereka katakan telah dilegalkan oleh pemerintah China. Tapi bagaimana menurut pandangan bapak?

Bagaimanapun juga jika terjadi jual beli dan komersialisasi tetap hukumnya haram. Kalau sampai menggunakan sarana promosi itukan suatu usaha yang mencari keuntungan. Hal ini bisa menjerumuskan masyarakat.

Betul sekali Pak, jika memang masyarakat tidak mengetahui masalah ini dengan jelas seperti hukum Islamnya bagaimana, juga masalah hukumnya tidak jelas. Bagaimana kita bisa mencegah masalah ini semakin berlarut-larut?

Seperti tadi yang saya katakan harus ada koordinasi dari seluruh instansi yang terkait, dari MUI sendiri, pemerintah mulai dari Depkes, IDI dan Presiden sendiri, kita harapkan bisa segera mengatasi hal ini supaya masyarakat tidak terjerumus semakin jauh. Kami berusaha proses-proses seperti transplantasi ini menggunakan pedoman dalam kaidah-kaidah agama. Kita tidak boleh lepas dari itu, kalau tidak menggunakan agama nah itu lain lagi. Dinegara kita ini, peraturan agama kan masih menjadi panutan dan acuan. Dan biasanya akan meminta dari MUI, hal ini akan tetap akan kita pertahankan. Jangan sampai orang menjadi egois, merasa ini adalah urusan pribadi karena mendapatkan kebebasan dan kemerdekaan, hak asasi. Jika itu yang menjadi dasarnya atau pedomannya, maka itu berarti orang tidak lagi mengidahkan tatanan kehidupan yang berdasarkan aturan agama. Secara pribadi memang silahkan saja itu pendapat orang perseorang. Tapi kami akan tetap akan membantu pemerintah jika ini sudah menyangkut masalah perundang-undangan kita kan memberikan masukkan, menurut saya itu kan mesti diatur dan ada aturannya apalagi jika sudah menyangkut masalah perpindahan organ manusia ini bukan masalah kecil.

Jadi secara jelas dalam agama Islam, transplantasi organ diperbolehkan selama sesuai atau memenuhi prosedur yang telah yang sah dan diharamkan jika terjadi komersialisasi organ begitu pak?

Betul, seperti juga dalam kasus aborsi, perkecualiannya itu yang harus dibuat peraturannya. Jangan masing-masing mengatas namakan hak pribadi atau HAM karena jika itu yang dijadikan acuan bisa-bisa semuanya menjadi boleh. Dilihat dari segi kesehatan misalnya apakah ada bahayanya. Maka harus kita atur. Untuk masalah aborsi memang kita sudah memberikan fatwa dan sudh kita atur. Untuk masalah organ ini kita masih menunggu instansi yang berwenang. Harapan saya agar secepatnya karena persoalan ini sudah menjadi persoalan masyarakat dan marak. Tapi sampai saat ini kita belum menerima laporan atau informasi secara resmi. Sangat minim sekali informasi yang kami terima. Hanya sepintas kami mendengar sudah marak. Namun secara detilnya kami belum mendapat laporan. Dan belum ada yang meminta fatwanya.

Informasi yang masuk kepada kami mengenai transplantasi organ sehubungan dengan maraknya masyarakat kita melakukan transplantasi organ di China adalah organ-organ yang diperjual belikan adalah organ yang berasal dari tahanan yang diambil secara paksa. Tahanan di China diklaim statusnya adalah milik negara jadi ini dijadikan jalan bagi mereka untuk mendapatkan stok organ. Bagaimana bapak menanggapi masalah ini?

Wah ini juga satu bentuk kejahatan lagi. Pengambilan organ secara paksa itu kejahatan. Organ dicuri, diambil, memaksa hak orang lain kemudian diperjual belikan lagi, ini tercatat ada dua kejahatan. Sudah bertumpuk-tumpuk kaesalahan yang terjadi. Ini harus dicegah.

13 Responses

  1. […] jual ginjal Anda! HARAM! Tuhan memberikannya kepada Anda […]

  2. Lebih baik mana Pak antara “Mengganti uang sekedar untuk jaga-jaga jika suatu saat yang mendonorkan ginjal mendapat gangguan kesehatan di sebabkan karna proses Transplantasi Tersebut ‘, dengan tidak memperhatikan sama sekali akibat yang di derita pendonor atau singkatnya gratis .Jika di sini tidak di namakan jual beli namun hanya sekedar ucapan terimakasihnya Recipient dengan tulus tanpa paksaan ? Demuikian terimakasi atas Tanggapan Bapak .

  3. Assalaamu’alaikum Wr. Wb.
    Dilihat dari sudut pandang Agama . Antara penjual dan pembeli lebih manusiawi yang mana pak ?
    kalau dicermati Orang yang punya uang lah yang mampu membeli ginjal dan orang -orang yang lemah saja yang terpaksa menjual ginjal nya karna desakan ekonomi mungkin, atau untuk biaya sekolah dll , tentunya beragam alasannya. Bagi mereka yang punya banyak harta mendapatkan donor ginjal dari orang miskin secara gratis apakah ini adil ? Sedangkan mencari pendonor yang belimpah hartanya tentu sangatlah tidak mudah bahkan satu di antara seribu meliar orang kecuali dari pihak ‘keluarga sendiri’ , ‘ini adalah wajar ‘. Kalo dilihat dari segi dosa , membiarkan sesama umat muslim hidup sengsara bahkan sampai makan harta yang tidak halal adalah lebih dosa .Padahal jumlah muslim yang hartanya melimpah di dunia ini tidak terhitung jumlahnya .saya kira jika semua umat muslim bersatu padu memberantas kemiskinan akan lebih mngurangi tindakan – tindakan dosa daripada hanya sekedar FATWA .Terimakasih
    Wassalam. Wr Wb.

  4. Setuju Pak…kalo bisa sih, yg menerima donor ginjal punya rasa kemanusiaan dengan memberikan sedikit harta – yg notabene amanah juga dari Tuhan – begitu Pak…jadi…yah, klo yg donornya ikhlas, yg nerimanya juga ikhlas dong mengeluarkan zakatnya….😉 Terimakasih.

  5. caranya cari duit buat nutup utang kumaha iye ???

  6. Gimana kalau aku menjual ginjalku,, demi menolong ibu kandungku…… (untuk membayar perawatan ICU) sedangkan biaya terlampau tinggi……. DOsa kah aku jika menjual salah satu Organ TUBuhku,DEMI seorang ibu kandungku……???

  7. aneh… udah dikasih tau hukumnye kok pada ngeyel? kok pada dibikin susah. kan udah haram untuk jual beli organ. Kalo ada yg kaya sakit en yang miskin mo ngasih ginjalnya. ya, silahkan aja saling tolong, yang kaya bantu kekurangan si miskinnya. masak sih yg sakit begitu murah menghargai kehidupan keduanya seudah dikasih ginjal bagus?

    saling nolong ….ya jangan jual beli….

    ngapain juga nyalahin yang ngasih fatwa, landasan nyalahinnye aje kagak jelas keilmuan agamanya…. pada aneh en dibikin ruwet… mirip kaum Yahudi aje di jaman Musa…

  8. […] KH. Ma’ruf Amin (Ketua Fatwa MUI): Jual Beli Organ Haram Hukumnya […]

  9. saya butuh uang untuk sekolah anak dan harus lunas serta itu yang saya punya rumah tidak punya haya tubuh ini yg ada anda butuh donor saya jual deni anak saya semua karena terpaksa , mata , ginjal. jantung, hati pa yg dibutuhkan saya siap terus terang saya jual karena kepept semu jalan sya tempuh hasil nihil yg butuh silahkan tinggalkan no telpon biar saya yg menhubungi anda trimkasih

  10. «Acai Berry» – Berry untuk menurunkan berat badan http://tiny.cc/jie36w metabolisme dipercepat , nada vital, peremajaan

  11. Tolong dong org yg LG ke susahan bukan bisanya komentar az,,,krn mereka yg LG butuh jd mereka ngorbankan sebisa mereka lakukan,,

  12. Karena kewajiban menafkahi anak dan keluarga sedangkan saya tidak mampu dan juga kondisi saat ini dililit utang, maka saya bermaksud menjual organ tubuh saya ( ginjal ) untuk membiayayai hidup anak2 dan keluarga saya, Karena saya tahu bahwa melakukan kejahatan seperti Mencuri, korupsi dilarang oleh agama, tapi saya pikir menelantarkan anak dan keluarga juga lebh berdosa,,,, demi kewajiban dan kemaslahatan dunia akhirat dengan mengharap mengharap ridho Alloh,saya bermaksud seperti itu, Mohon saran dan nasehatnya,,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: