Bertauhid

Bertauhid
Oleh: Zaidan Ats-tsalis
“Sesungguhnya jika kamu bertanya kepada mereka, ‘Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?’Tentu mereka menjawab, ‘Allah’.”(Luqman:25)
Banyak diantara kita yang mengakui bahwa pencipta alam semesta ini adalah Allah SWT. Tetapi anehnya mereka masih menyerahkan penghambaan kepada selain Allah, dengan alasan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Mereka terperangkap ke penyimpangan yang aneh, yang tidak masuk akal. Mengaku beriman kepada Allah tetapi menjadikan selain Allah yang dipertuan agung kan. Menjadikan sesuatu yang mereka buat untuk disembah. Padahal tidak bisa membuat atau memberi manfaat dan mudharat. Simbol-simbol mereka pergunakan untuk mengokohkan tekad dan mendekatkan diri kepada Allah.Aneh!

Allah SWT dalam kitabNya menuturkan ucapan mereka:
“’Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya meraka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.”(az-Zumar:3)

Pada jaman jahiliah kuno, pernah ada yang marah gara-gara berhala yang ada di halamannya dikencingi oleh srigala sambil berkata:”Pantaskah srigala itu mengencingi kepala Tuhan.Tidakkah terhina siapa yang telah dikencingi srigala.”
Bagaimana dengan sekarang? Banyak orang lebih mengimani HAM, nasionalisme, demokrasi liberal, singkritisme, pluralisme, gender dll. Orang akan marah ketika ada yang menghina nasionalisme, demokrasai dll. Padahal tidak pernah ada tuntunan Islam tentang itu. Islam mengajarkan ukhuwah Islamiyah dan aqidah islam diatas segala-galanya.

Berhala-berhala modern bentuknya bukan lagi patung-patung yang disembah tetapi pemikiran-pemikiran yang bertentangan dengan Islam lalu dibuat simbol-simbolnya agar manusia mengakui dan menyembahnya tanpa sadar.
”Mereka memperuntukkan bagi allah satu bagian dari tanaman dan ternak yang telah diciptakan Allah, lalu mereka berkata sesuai dengan persangkaan mereka,”Ini untuk Allah dan ini untuk berhala-berhala kami. ”saji-sajian yang diperuntukkan bagi berhala-berhala mereka itu tidak sampai kepada Allah, sementara saji-sajian yang diperuntukkan bagi Allah, maka sajian itu sampai kepada berhala-berhala mereka. Amat buruklah ketetapan mereka itu.”(al-An’am:136)

Jahiliah modern, dengan pendewaan kepada manusia, dengan menyatakan bahwa manusialah yang berhak mengatur atau membuat aturan sebagaimana orang-orang penyembah berhala yang mengira dengan pembagian mereka anatara hak Allah dengan hak berhalanya. Menjadikan Islam hanya sebagai agama ritual dan menolak syariat islam dalam kehidupan politik,sosial,ekonomi.peradilan,pergaulan,pemerintahan, keluarga,akhlak dll berarti menjadikan manusia sebagai tandingan Allah.

Saudaraku, menjadikan Allah satu-satunya yang patut disembah berarti dengan meniadakan yang lain sebagai tandingan Allah, berarti juga hanya aturan Allah lah yang layak digunakan, bukan aturan manusia. Pemurnian tauhid kita adalah dengan kembali kepada keimanan yang bersih dan penerimaan satu-satunya syariat islam sebagai acuan kehidupan.
Tunggu apa lagi?sebagai seorang mukmin wajib menerapkan syariat dalam diri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

Jakarta, 3 Agustus 2007

About these ads

One Response

  1. BIMBINGAN SPIRITUAL “ MUSTIKA IMAN “ {MA’RIFATULLOH } CIPADU HOLISTIC CENTER
    CIPADU HOLISTIC CENTER mengajak atau menghimbau semua kaum muslimin dan muslimat di mana saja berada untuk menuju dan sekaligus mencapai kesempurnaan iman. Ilmu Kesempurnaan Dunia Akhirat Yang CIPADU HOLISTIC CENTER ajarkan merupakan suatu tuntunan { Merupakan ajaran Do’a wirid setelah sholat fardhu maupun setelah sholat tahajud } agar kita semua dapat mengenal Allah dengan sebenar-benarnya { MA’RIFATULLOH } sehingga ibadat yang kita lakukan diterima oleh Allah (tidak sia-sia belaka) dan kita mendapat ridho Allah dari dunia sampai akhirat. Sejalan dengan perkembangan kehidupan beragama yang semakin baik di Indonesia, maka makin banyak orang yang mengaku dirinya beriman kepada Tuhan YME. Mereka mengakui bahwa Allah itu Mahakuasa dan Mahasegala-galanya, mereka mengakui bahwa mereka itu diciptakan, digerakkan, diberi nikmat dan rejeki oleh Allah.
    Tetapi sayangnya pengakuan seperti itu kebanyakan hanyalah pengakuan di mulut saja atau boleh dikatakan sebagai pengakuan yang bohong belaka, karena tidak diikuti oleh tindakan yang mencerminkan iman kepada Allah.{ Hal ini terbukti dengan banyaknya saudara2 kita yang mendapatkan amanah untuk memimpin bangsa ini tetapi berkhianat, serta kenyataan di tengah2 masyarakat kita yang belum bisa menempatkan agama sebagai paugeraning urip / pegangan hidup” Red} Mereka mengaku beriman dan bertaqwa kepada Allah namun kenyataanya tidak di wujudkan dalam praktek kehidupan secara nyata. Mayoritas yang terjadi adalah menjadikan iman dan taqwa ini seperti akan membuat gado-gado. Perintah Alloh yang semestinya di tinggalkan malah di jalankan, yang semestinya di jalankan malah di tinggalkan dll. Prilaku orang seperti ini banyak hal yang melatar belakangi. Ada yang memang karena tidak tahu,ada yang pura-pura tidak tahu, ada yang tidak mau tahu, ada juga yang memang sengaja melanggar.
    Fakta dan kenyataan juga telah menunjukkan bahwa Manusia Islam di Indonesia BAGUS secara KUANTITI, tetapi RENDAH secara KUALITI. Kita semua bahkan dunia mengakui, kalau Negara kita bukan Negara islam,tetapi dengan jumlah penduduk yang beragama islam terbesar di dunia. Kita semua bahkan dunia, juga mengakui kalau jamaah Haji terbanyak di dunia dalam setiap tahunnya adalah dari Indonesia, Bahkan saat ini apabila kita akan menunaikan ibadah haji, kemudian melakukan pendaftaran pada tahun 2011, maka akan di berangkatkan ke tanah suci nanti tahun 2016. Ini artinya apabila semua calon haji yang telah mendaftarkan diri sampai hari ini saja , kemudian di berangkatkan sekaligus dalam 1 periode, maka masjidil haram di tanah suci itu tidak akan sanggup menampung jamaah calon haji dari Indonesia. Semenjak kita sekolah SD selalu di beri tahu, kalau tujuan menunaikan ibadah haji adalah untuk Menyempurnakan iman. Kalau jumlah jamaah haji dari Indonesia per tahun rata – rata 250.000 orang saja, berarti semestinya jumlah manusia Indonesia yang imannya sempurna per tahun bertambah 250.000 0rang per tahun. Tetapi lagi-lagi kita perlu melihat dan mengakui sebuah kenyataan, kalau Faktanya adalah jemaah haji kita BAGUS secara KUANTITI tetapi RENDAH secara KUALITI. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya saudara islam kita yg berurusan dengan hukum { KPK } misalnya. Sedangkan islam tak pernah mengajarkan untuk jadi koruptor. Hal-hal yang saya sampaikan di atas adalah salah satu contoh kecil yang tidak perlu di perdebatkan. Tetapi harus di akui bahwa artinya di sini ada sesuatu hal yang salah. Itu semua adalah sebuah kenyataan yang harus kita akui kemudian kita carikan solusinya. Menjadi kuwajiban kita bersama sebagai pemeluk agama islam untuk menjadikan diri kita serta saudara islam kita sebagai manusia
    { khususnya yang ada di Indonesia }, islam yang BAGUS secara KUANTITI serta BAGUS juga secara KUALITI. Sehingga InsyaAlloh, kalau 88% penduduk Indonesia yg beragama islam ini bagus kualitas pengamalan agamanya, maka bukan mustahil lagi kalau Bangsa kita suatu saat akan mampu menjadi Mercusuar dunia.
    Sebetulnya jika kita perhatikan baik-baik, banyak petunjuk yang menyiratkan tentang kuwajiban kita untuk mngenal Alloh { MA’RIFATULLOH } baik petunjuk yang berasal dari Allah sendiri dalam Al Quran, maupun yang berasal dari orang-orang tua kita zaman dulu. Dalam kitab suci Al Quran surat Al Hadiid ayat 4 Allah berfirman : “Wahuwa maakum aenama kuntum wallahu bima ta maluna basir”, yang artinya : “Di mana kamu ada Aku ada, dari itu Aku melihat saja apa yang kau lakukan”. Lalu ada pula firman Allah yang berbunyi : “Wanahnu akroba illaihi min hablil warid”, yang artinya : “Aku lebih dekat kepadamu daripada kedua urat nadimu”, atau : “Wallahu maakum”, yang artinya : “Aku bersamamu”. Juga dalam Al Hadist, Nabi Besar Muhammad SAW bersabda : “Man arofa napsahu fakod arofa robbahu”, yang artinya : “Ketahuilah dahulu dirimu, nanti kamu akan mengetahui Tuhanmu”. Arti sabda ini sesuai pula dengan kata-kata yang diucapkan oleh orang-orang tua dari tanah Jawa dengan Bahasa Jawa : “Nek kowe arep weruh akune, goleki disik ingsune”. Demikian pula orang-orang Sunda (Jawa Barat) mengatakan : “Ari Allah nu teu bukti disebutkeun wujud pasti weleh medem teu kaharti lamun can nyaho kadiri”.
    “Ilmu Kesempurnaan Dunia Akhirat” (IKDA) atau “Mustika Iman”, Bertujuan membentuk manusia yang sempurna imannya, lahir batinnya dan mendapat ridho Allah dari dunia sampai akhirat.
    Semua itu bertujuan untuk :
    1. Mengenal Tuhan { Alloh swt } 2. Menjaga diri dengan sempurna baik di dunia dan akhirat 3. Menolong sesama 4. Mengetahui jalan mati.
    Atau dengan kata lain, pelajaran-pelajaran ini bertujuan untuk mengenal dan mencintai Tuhan serta untuk mencintai sesama tanpa memandang bangsa maupun agama.Bagi anda yang berminat untuk ikut mempelajari ILMU KESEMPURNAAN DUNIA AKHIRAT “ MUSTIKA IMAN “ Silahkan segera hub alamat kami
    Alamat : CIPADU HOLISTIC CENTER / CHC jl Ciledug raya gang H. Bhotet Rt 04/05 Pisangan Kreo , Larangan. +/- 40 meter di belakang POM Bensin Kreo Batas. Telp 021 933.40.413 / 36 38. 22 23 info lengkap di www. multiterapi. blogspot.com
    Syarat dan ketentuan bagi peserta : 1}. Membeli Buku panduannya sebesar Rp. 41.000 ; 2}. Melakukan Registrasi pendaftaran di CHC dengan biaya infaq 3}. Selalu Mengikuti bimbingan spiritualnya di CHC dengan biaya infaq / Amal. 4}. Melakukan pembersihan kalau sudah sampai saatnya.
    Wassalam……..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: